Indonesia memiliki kekayaan warisan budaya (heritage) yang sangat beragam dan tersebar di berbagai wilayah, sementara Arab Saudi dikenal sebagai pusat wisata religi dunia melalui penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi wisata heritage di Indonesia dan destinasi haji serta umrah di Arab Saudi, membandingkan pola pengelolaannya, serta mengkaji integrasinya dalam perspektif Manajemen Dakwah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka dan studi komparatif terhadap berbagai sumber ilmiah, dokumen resmi, dan literatur terkait pariwisata heritage, haji, umrah, serta manajemen pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki potensi wisata heritage yang sangat besar melalui warisan budaya berwujud maupun tidak berwujud, namun masih menghadapi kendala pada aspek koordinasi, promosi, sumber daya manusia, dan pengelolaan destinasi. Sebaliknya, Arab Saudi berhasil mengembangkan wisata religi secara terintegrasi melalui dukungan infrastruktur, standardisasi pelayanan, dan tata kelola yang profesional. Dalam perspektif Manajemen Dakwah, wisata heritage dapat menjadi media dakwah bil hal yang memperkuat identitas keislaman dan kebangsaan melalui penerapan nilai amanah, tabligh, dan fathanah. Penelitian ini merekomendasikan penguatan collaborative governance, pemanfaatan teknologi digital, serta peningkatan kompetensi tour leader berbasis nilai keislaman dalam pengelolaan wisata heritage berkelanjutan.
Copyrights © 2026