Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana budaya Indonesia direpresentasikan melalui akun TikTok resmi @pesonaindonesia dengan menggunakan pendekatan semiotik Ferdinand de Saussure. Dalam konteks era digital yang serba visual dan algoritmik, media sosial menjadi ruang penting bagi konstruksi identitas budaya. Melalui analisis terhadap dua konten utama, konten Tarian Saman dan konten respons admin terhadap komentar netizen, penelitian ini memetakan elemen-elemen tanda (signifier) dan makna (signified) yang dikonstruksi secara strategis melalui visual, bahasa, audio, dan format penyajian. Temuan menunjukkan bahwa representasi budaya tidak bersifat netral, melainkan dipengaruhi oleh strategi kreatif dan logika algoritma TikTok yang mengutamakan interaktivitas, emosi, dan kecepatan konsumsi. Selain itu, keterlibatan audiens melalui komentar dan reaksi menjadi bagian penting dalam proses makna budaya yang terus dinegosiasikan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa media sosial bukan hanya sarana promosi, tetapi juga arena artikulasi budaya yang bersifat dinamis, partisipatif, dan berorientasi pada visibilitas algoritmik.
Copyrights © 2025