Interaksi antarbudaya dalam masyarakat majemuk sering menimbulkan tantangan, terutama terkait perbedaan bahasa, etnis, dan kebiasaan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pola komunikasi antarbudaya antara masyarakat suku Jawa dan Bugis di Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi dan wawancara mendalam terhadap tokoh masyarakat serta warga dari kedua kelompok etnis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang dominan digunakan adalah komunikasi dua arah secara tatap muka, yang memungkinkan pertukaran informasi timbal balik dan membangun pemahaman bersama. Baik masyarakat suku Jawa maupun Bugis menunjukkan sikap saling menghormati, terbuka, dan mau menerima budaya masing-masing. Nilai-nilai seperti toleransi, gotong royong, serta ikatan kekeluargaan menjadi pondasi penting dalam menjaga keharmonisan. Penelitian ini juga menemukan bahwa interaksi sehari-hari berlangsung tanpa konflik yang signifikan, sehingga mendukung terwujudnya integrasi sosial. Dengan demikian, komunikasi tatap muka yang berlandaskan keterbukaan dan toleransi terbukti efektif.
Copyrights © 2025