Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk eufemisme dan (2) mendeskripsikan fungsi eufemisme pada layanan bimbingan konseling di SMK. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan dari guru dan siswa yang mengandung gaya bahasa eufemisme berkaitan dengan bentuk dan fungsi eufemisme. Sumber data dalam penelitian adalah Guru Bimbingan Konseling dan siswa.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik sadap dengan metode simak bebas libat cakap, observasi dengan observer pengamat penuh. Teknik validitas data dilakukan dengan triagulasi teori. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah metode padan dengan teknik pilah dilanjutkan dengan pilah unsur penentu. Hasil penelitian secara deskriptif menunjukkan bahwa (1) eufemisme memiliki beberapa bentuk yaitu kata, frasa, kalimat (2) fungsi eufemisme untuk menghaluskan ucapan, merahasiakan sesuatu, dan sebagai alat pendidikan. Eufemisme pada layanan bimbingan konseling dapat memberikan dampak positif terhadap penutur maupun mitra tutur. Siswa dapat berbicara dengan santun, menghargai lawan tutur, lebih enak didengar, dan dapat menumbuhkan motivasi mereka untuk menjadi lebih baik. Bagi guru bimbingan konseling penggunaan eufemisme juga dapat mengurangi konflik dan salah paham, merahasiakan sesuatu, serta membuat senang lawan tutur. Harapannya budaya positif dilingkungan sekolah dapat tertanam dengan baik malalui komunikasi yang baik.
Copyrights © 2024