Di era modern yang serba canggih ini, narkoba telah menjadi masalah bagi umat manusia di berbagai belahan dunia. Narkoba yang bisa menghancurkan akal sehat menghancurkan jiwa dan raga, mau tidak mau bisa mengancam masa depan umat manusia. Dalam kehidupan, langkah kritis dari proses perkembangan saraf, penyalahgunaan obat dapat disebabkan mekanisme plastisitas otak yang dapat menyebabkan perbaikan jangka panjang dalam sirkuit saraf dan pada akhirnya, tindakan. Salah satu dampak perbaikan ini adalah kecacatan. Fungsi kognitif, dengan efek akademis negatif pada perolehan informasi baru. Mengetahui fenomena tersebut maka peneliti melakukan terapi alternatif untuk meningkatkan fungsi kognitifnya. Peneliti menggunakan menulis sebagai terapi bagi mereka. Menulis memiliki manfaat terapeutik yang sangat besar. Menulis juga merupakan latihan otak yang sehat untuk mengaktifkan sel-sel otak dan meningkatkan daya ingat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dilakukan di Lapas Dewasa Kota Blitar. Subjek Penelitian yang digunakan adalah 15 Narapidana Narkoba dirawat dalam terapi menulis. Data diambiil dari 15 narapidana tersebut dan diberi pelatihan terapi menulis. Hasil penelitian disajikan dengan menggunakan deskriptif kualitatif dengan hasil bahwa terdapat peningkatan antara sebelum terapi dan sesudah terapi. Mereka bisa menulis serta meningkatkan kognisi mereka.
Copyrights © 2021