Indonesia sebagai negara majemuk memiliki begitu banyak perbedaan budaya khususnya pada masalah kepercayaan. Fenomena ini mampu memunculkan konflik-konflik termasuk larangan cinta beda agama. Film Ajari Aku Islam telah menggambarkan sebuah konflik cinta beda agama yakni antara agama Konghucu dan Islam. Dalam membandingkan perbedaan antara agama Islam dan Konghucu, penulis menggunakan teori semiotika komunikasi Charles Sanders Peirce. Analisis perbandingan antara agama Islam dan Konghucu akan dimulai dengan menandai tanda-tanda keagamaan dan kebudayaan yang diperlihatkan dalam film Ajari Aku Islam. Data yang digunakan merupakan tanda verbal dan tanda visual. Kemudian, tanda-tanda tersebut akan dibagi menjadi tiga kategori yakni ikon, simbol, dan indeks. Terakhir, tanda-tanda tersebut akan dianalisis menggunakan proses semiotika pada segitiga triadik Peirce. Hasil analisis menemukan beberapa perbedaan antara agama Islam dan Konghucu, khususnya pada beberapa elemen diantaranya seperti tempat ibadah, media peribadatan, dan cara beribadah. Selain itu, penulis juga menemukan beberapa kebudayaan yang berbeda seperti cara berpakaian dan cara berbicara.
Copyrights © 2021