Di Jatinom, terdapat seorang kyai yang menyebarkan agama Islam, yaitu Ki Ageng Gribig. Ki Ageng Gribig membangun beberapa bangunan sebagai tempat untuk menyampaikan dakwahnya. Fenomena yang terjadi ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengetahui makna filosofi dari bangunan petilasan Ki Ageng Gribig. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna filososfi yang terkandung dalam petilasan-petilasan Ki Ageng Gribig di Jatinom, Klaten. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan secara kualitatif terkait petilasan-petilasan Ki Ageng Gribig di Jatinom, Klaten. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan Semiotika dengan teori Pierce. Hasil penelitian ini ditemukan 54 data bentuk-bentuk Semiotika dalam petilasan-petilasan Ki Ageng Gribig di Jatinom, Klaten. Bentuk Semiotika ikon terdapat 12 data, indeks 13 data, dan simbol 29 data. Sedangkan, bentuk religiusitas keimanan terdapat 15 data, ketaatan beribadah terdapat 7 data, akhlak terpuji terdapat 7 data, dan kepedulian sosial terdapat 25 data. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa bentuk Semiotika simbol dan religiusitas kepedulian sosial sering ditemukan di petilasan-petilasan Ki Ageng Gribig di Jatinom, Klaten. Berdasarkan penelitian, dapat disimpulkan bahwa bentuk Semiotika simbol dan religiusitas kepedulian sosial sering ditemukan di petilasan-petilasan Ki Ageng Gribig di Jatinom, Klaten.
Copyrights © 2026