Pendidikan agama memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sosial-emosional anak usia dini, khususnya karakter empati. Empati merupakan kemampuan penting yang memungkinkan anak memahami perasaan orang lain, menunjukkan kepedulian, serta berperilaku prososial dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peran pendidikan agama dalam mengajarkan karakter empati melalui praktik ibadah di sekolah dengan merujuk pada data hasil mini riset di POS PAUD Cempaka, Kota Depok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi lapangan dan studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru, orang tua, dan anak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik ibadah seperti doa bersama, sholat berjamaah, sedekah, dan pembiasaan berbagi memiliki kontribusi signifikan dalam menumbuhkan empati anak. Anak menunjukkan perilaku peduli, suka menolong, mampu berbagi, dan peka terhadap kondisi teman setelah mengikuti kegiatan ibadah secara rutin. Keberhasilan pembentukan empati sangat dipengaruhi oleh keteladanan guru, konsistensi pembiasaan, serta dukungan orang tua di rumah. Dengan demikian, pendidikan agama melalui praktik ibadah di sekolah berperan penting dalam membentuk karakter empati anak usia dini secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026