Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji regulasi emosi pada anak usia dini dalam perspektif psikologi perkembangan melalui pendekatan tinjauan teoretis. Regulasi emosi dipahami sebagai kemampuan anak untuk mengenali, memahami, dan mengelola respons emosional secara adaptif sesuai dengan tuntutan situasi sosial. Kajian ini mengintegrasikan berbagai kerangka teoretis, termasuk teori psikososial, kognitif, sosiokultural, dan neuropsikologis, guna menjelaskan proses perkembangan regulasi emosi dari masa bayi hingga usia prasekolah. Hasil sintesis menunjukkan bahwa regulasi emosi berkembang secara bertahap dari ketergantungan pada regulasi eksternal menuju regulasi diri yang lebih mandiri, seiring dengan kematangan fungsi eksekutif dan perkembangan bahasa. Faktor-faktor yang memengaruhi regulasi emosi meliputi temperamen, kualitas kelekatan, pola asuh, lingkungan pendidikan, serta konteks sosial-budaya. Implikasi teoretis dan praktis menegaskan pentingnya integrasi pembelajaran sosial-emosional dalam pendidikan anak usia dini serta kolaborasi antara keluarga dan sekolah. Regulasi emosi dipandang sebagai fondasi penting bagi kesiapan sekolah, hubungan sosial yang sehat, dan kesehatan mental jangka panjang.
Copyrights © 2026