World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa tuberkulosis (TB) menempati peringkat kedua penyebab kematian akibat penyakit menular di dunia. Obat Anti Tuberkulosis (OAT) merupakan terapi utama, namun efek sampingnya dapat memengaruhi kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efek samping OAT pada pasien TB paru rawat jalan serta hubungannya dengan tingkat kepatuhan minum obat pada fase intensif dan fase lanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif dengan rancangan time series di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru. Data diperoleh melalui kuesioner efek samping dan lembar evaluasi kepatuhan. Hasil penelitian menunjukkan pada fase intensif, efek samping tersering adalah mual/muntah (rifampisin 64,29%, isoniazid 57,14%, pirazinamid 50%, etambutol 57,14%). Pada fase lanjutan, efek samping dominan adalah urine seperti teh (rifampisin 52,63%). Tingkat kepatuhan pasien fase intensif sebesar 92,86% dan meningkat menjadi 100% pada fase lanjutan. Kesimpulannya, efek samping OAT bervariasi pada setiap fase, dengan tingkat kepatuhan tinggi menjadi faktor penting keberhasilan terapi.
Copyrights © 2025