Kabupaten Lamongan mengalami peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas, terutama pada koridor Lamongan selatan menuju pusat kabupaten, sedangkan moda transportasi umum belum menjangkau Kecamatan Mantup sehingga masyarakat bergantung pada sepeda motor, yang memicu perjalanan mahal, risiko kecelakaan, dan kesenjangan akses. Penelitian ini bertujuan merencanakan rute baru angkutan kota Mantup–Lamongan Kota yang layak secara operasional dengan mengkaji karakteristik calon pengguna, kebutuhan armada, headway, load factor, serta jumlah dan lokasi titik henti. Data primer diperoleh melalui survei kuesioner dengan sampel menggunakan rumus Slovin, sedangkan data sekunder berupa jumlah penumpang angkutan kota rute Babat–Lamongan 2020–2024 digunakan sebagai pembanding. Hasil analisis menunjukkan sekitar 60 persen penumpang menuju Lamongan berasal dari kawasan Mantup, sehingga diusulkan rute Mantup–Lamongan–Mantup sepanjang 21 km, tujuh armada, headway 31,5 menit, dan lima titik henti. Proyeksi lima tahun menunjukkan kenaikan load factor dari 72,69 persen menjadi 77,49 persen sehingga rute dinilai potensial meningkatkan aksesibilitas dan mengurangi ketergantungan kendaraan pribadi.
Copyrights © 2026