Meningkatnya kejadian bunuh diri di Provinsi Bali yang merupakan salah satu dampak dari masalah kesehatan mental, sementara ibu postpartum adalah kelompok rentan yang mengalami masalah kesehatan mental. Fenomena ini semakin kompleks dengan adanya faktor budaya yang mempengaruhi kesehatan mental ibu serta belum optimalnya lembaga kesehatan menanggapi masalah gangguan mental sehingga penting untuk menganalisis faktor faktor risiko yang dapat menyebabkan ibu postpartum mengalami postpartum blues. Metode penelitian ini adalah kualitatif peneliti merupakan instrument kunci, dalam penelitian ini juga digunakan beberapa instrumen pendukung, seperti alat tulis- menulis, alat perekam, pedomen wawancara, komputer, dan lain-lain yang dapat memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data lapangan menggunakan wawancara mendalam dan FGD (Focus Group Disccusion). Untu menggali informasi tentang pengalaman para ibu postpartum yang pernah mengalami masalah postpartum blues dengan melibatkan 6 informan yang bersedia diwawancarai mendalam dalam kajian ini yang dilaksanakan di Desa Antiga Bali. Temuan dari penelitian ini yaitu beberapa faktor risiko entrsitik yang dapat menyebabkan seorang wanita mengalami masalah kesehatan mental selama postpartum yaitu: Harapan jenis kelamin anak yang di lahirkan, tanggung jawab sosial menyama braya, ekspektasi yang terlalu tinggi, tangisan bayi dan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Bidan perlu dilatih untuk mengenali tanda-tanda postpartum blues, serta memahami faktor-faktor risiko yang mungkin mempengaruhi kondisi ini demi upaya mencegah terjadinya postpartum blues.
Copyrights © 2025