Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Survey Kesadaran dan Akses Informasi Tentang Kesehatan Mental Pada Remaja di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas III Denpasar Utara Kadek Sri Ariyanti; Putu Arik Herliawati; Triyana Puspa Dewi; I Nyoman Dharma Wisnawa
Jurnal Ners Vol. 9 No. 1 (2025): JANUARI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i1.33512

Abstract

Mental health is a problem that has not been fully resolved, both at the global and national levels. More than 19 million people aged over 15 years experience mental emotional disorders. Various mental health problems are reported to appear in adolescence such as depression, anxiety, low self-esteem and hopelessness. Accessibility of mental health information is very important to increase adolescent knowledge and foster positive attitudes towards adolescent mental health. This research aims to determine the picture of awareness and access to information about mental health among teenagers in the UPTD Puskesmas III Work Area, North Denpasar. The research method used is descriptive. The survey was conducted on teenage respondents aged 12-19 years in Denpasar City. The number of samples in this study was 65 people taken randomly from several middle and high schools in the UPTD Puskesmas III Work Area, North Denpasar. The instrument used in this research was a questionnaire presented online. Data analysis was carried out using a univariate method which displays the frequency distribution of each variable using SPSS. The research results showed that the majority of teenagers stated that mental health was important to understand (83.1%), the majority of teenagers had accessed mental health information (83.1%), most often via the internet/Google (56.9%). The thing that makes it easier to access adolescent health information is social media (60%) while the thing that hinders access to adolescent mental health information is the lack of access to adolescent mental health information (38.5%).
FAKTOR EKSTRINSIK MASALAH MENTAL HEALTH PADA IBU PASCA MELAHIRKAN (KUALITATIF STUDI) Putu Arik Herliawati; Kadek Sri Ariyanti
JOMIS (Journal of Midwifery Science) Vol. 9 No. 2 (2025): JOMIS (Journal Of Midwifery Science)
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/jomis.v9i2.6563

Abstract

Meningkatnya kejadian bunuh diri di Provinsi Bali yang merupakan salah satu dampak dari masalah kesehatan mental, sementara ibu postpartum adalah kelompok rentan yang mengalami masalah kesehatan mental. Fenomena ini semakin kompleks dengan adanya faktor budaya yang mempengaruhi kesehatan mental ibu serta belum optimalnya lembaga kesehatan menanggapi masalah gangguan mental sehingga penting untuk menganalisis faktor faktor risiko yang dapat menyebabkan ibu postpartum mengalami postpartum blues. Metode penelitian ini adalah kualitatif  peneliti merupakan instrument kunci, dalam penelitian ini juga digunakan beberapa instrumen pendukung, seperti alat tulis- menulis, alat perekam, pedomen wawancara, komputer, dan lain-lain yang dapat memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data lapangan menggunakan wawancara mendalam dan FGD (Focus Group Disccusion). Untu menggali informasi tentang pengalaman para ibu postpartum yang pernah mengalami masalah postpartum blues dengan melibatkan 6 informan yang bersedia diwawancarai mendalam dalam kajian ini yang dilaksanakan di Desa Antiga Bali. Temuan dari penelitian ini yaitu beberapa faktor risiko entrsitik yang dapat menyebabkan seorang wanita mengalami masalah kesehatan mental selama postpartum yaitu: Harapan jenis kelamin anak yang di lahirkan, tanggung jawab sosial menyama braya, ekspektasi yang terlalu tinggi, tangisan bayi dan membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Bidan perlu dilatih untuk mengenali tanda-tanda postpartum blues, serta memahami faktor-faktor risiko yang mungkin mempengaruhi kondisi ini demi upaya mencegah terjadinya postpartum blues.
Identifikasi Durasi Screen Time dan Tingkat Pengetahuan Tentang Bahaya Screen Time Berlebihan pada Anak Sekolah Dasar di SD Kartika VII-2 Denpasar Triyana Puspa Dewi; Silvia Intan Wardani; NLP Suardini Yudhawati; Desak Made Serinadi; Putu Arik Herliawati
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i1.818

Abstract

Penggunaan alat teknologi bagi anak sekolah dasar untuk dapat mengakses berbagai informasi saat ini sudah mengalami banyak perkembangan. Selain untuk menjadi media pembelajaran, screen time dilakukan dengan tujuan lain seperti permainan. Hal ini perlu dicermati mengingat dampak merugikan apabila anak tidak dapat melakukan pembatasan dengan bijak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis durasi screentime dan tingkat pengetahuan anak sekolah dasar tentang bahaya screen time berlebihan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional melibatkan 66 orang anak sekolah dasar kelas 6 di SD Kartika VII-2. Karakteristik responden menunjukkan sebesar 59.1% responden berjenis kelamin laki-laki dan sebesar 40.9% responden berjenis kelamin perempuan. Rata-rata durasi screen time sebesar 3.3939 yang termasuk dalam kategori berlebihan (> 2 jam per hari) dengan persentase 86.4%. Pengetahuan tentang bahaya screen time berlebihan dalam kategori cukup yaitu dengan persentase 47.0%. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlu dilakukan intervensi lanjutan untuk mengurangi screen time pada anak sekolah dasar dan meningkatkan pemahaman tentang bahaya screen time berlebihan.