Tanaman keji beling (Strobilanthes crispa (L.) Blume) dan binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) sering dimanfaatkan masyarakat sebagai obat alami karena memiliki beragam kandungan zat aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efikasi antibakteri fraksi etanol gabungan keji beling dan binahong terhadap Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa, dan Staphylococcus aureus secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktor tunggal, menggunakan campuran fraksi etanol dengan rasio 1:1 dan konsentrasi 75%, mengikuti metode difusi Kirby-Bauer. Kontrol positif berupa Siprofloksasin 5 µg, sedangkan kontrol negatif berupa akuades steril. Analisis yang digunakan adalah uji ANOVA Satu Arah dan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etanol keji beling, binahong, dan kombinasinya menunjukkan aktivitas antibakteri yang mampu menghambat pertumbuhan K. pneumoniae, P. aeruginosa, dan S. aureus. Bakteri yang menunjukkan zona hambat terluas pada kombinasi etanol keji beling dan binahong adalah P. aeruginosa, yaitu 10,6 mm, dengan persentase aktivitas penghambatan sebesar 76,66%. Kombinasi fraksi etanol keji beling dan binahong ditemukan mengandung flavonoid, senyawa fenolik, dan steroid, sedangkan ekstrak tunggal fraksi keji beling mengandung flavonoid dan steroid sebagai metabolit sekunder.
Copyrights © 2025