Prevalensi luka sayat akibat benda tajam di Indonesia sebesar 25,4%. Salah satu obat yang dapat dimanfaatkan untuk perawatan luka pada dunia medis saat ini yaitu menggunakan povidon iodin 10% dan sediaan gel seperti bioplasenton. Daun sirih banyak digunakan dalam mempercepat penyembuhan luka dengan kandungan senyawa flavonoid, saponin, dan tanin. Salah satu sediaan yang dapat digunakan adalah gel karena gel mampu mempertahankan kelembapan kulit lebih lama di antara jaringan yang rusak dan mengurangi iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas gel ekstrak daun sirih hijau (Piper betel L.) terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan (Rattus norvegicus). Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan rancangan Randomized Posttest Only Control Group Design. Sampel yang digunakan adalah 16 ekor tikus putih jantan. Tikus dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan yang terdiri dari kelompok negatif menggunakan basis gel, kelompok positif menggunakan bioplasenton, kelompok perlakuan dengan gel ekstrak daun sirih hijau konsentrasi 15% dan 30%. Analisis data menggunakan uji Shapiro wilk kemudian dilanjutkan dengan uji One Way Anova dan uji Post Hoc Bonferroni untuk melihat ada tidaknya perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan panjang luka sayat terkecil pada hari ke- 21 adalah kelompok gel ekstrak daun sirih hijau 30% dengan rerata 0,17 cm. Hasil uji One Way Anova pada hari ke-21 nilai p <0,05 artinya terdapat perbedaan bermakna terhadap penyembuhan luka sayat antar kelompok. Gel ekstrak daun sirih hijau 30% lebih efektif dalam penyembuhan panjang luka sayat.
Copyrights © 2025