Terjadinya kesalahan dalam diagnosis dapat dicegah dengan upaya, yaitu sampel spesimen harus segera dikirim ke laboratorium untuk segera diproses agar dapat diidentifikasi. Jika spesimen feses tidak dapat segera diperiksa, spesimen harus diberi pengawet untuk melestarikan morfologi protozoa dan mencegah perkembangan telur dan larva. Pengawet yang umum digunakan adalah 1% dan 15% formalin. Penelitian ini perlu dilakukan untuk melihat apakah ada perubahan morfologi pada telur cacing Ascaris lumbricoides jika konsentrasi formalin 1% dan 15%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Penelitian ini dilakukan dengan metode langsung dengan cara tinja yang telah diberikan pengawet formalin dengan konsentrasi 1% dan 15% yang diteteskan ke kaca benda yang kemudian diwarnai dengan eosin 2% dan kemudian ditutup dengan kaca penutup, setelah itu diperiksa di bawah mikroskop. Hasil pengamatan ini akan dikategorikan ke dalam ada atau tidaknya perubahan morfologi telur cacing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan morfologi telur Ascaris lumbricoides pada pengawet formalin 1% dan formalin 15% pada perlakuan hari ke-5 ke-7, yang ditandai dengan perubahan morfologi dan menipisnya lapisan telur Ascaris lumbricoides. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan morfologi telur Ascaris lumbricoides dengan menggunakan pengawet formalin 1% dan konsentrasi 15% pada hari ke-5 – hari ke-7.
Copyrights © 2025