Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

UJI MORTALITAS LALAT RUMAH (Musca domestica) SETELAH PEMBERIAN EKSTRAK KULIT DUKU (Lansium domesticum Corr.) Darmadi Adi; Desi Anita
Klinikal Sains : Jurnal Analis Kesehatan Vol 6 No 1 (2018): Juni
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.188 KB)

Abstract

Lalat rumah (Musca domestica) merupakan serangga yang membawa bibit penyakit yang bersumber dari sampah, limbah buangan rumah tangga dan sumber kotoran lainnya. Salah satu penyakit yang sering ditularkan oleh lalat rumah (Musca domestica) adalah diare. Upaya pengendalian dan pemberantasan lalat yaitu dengan penggunaan insektisida alami. Salah satu tanaman yang berpotensi sebagai insektisida alami adalah ekstrak kulit duku (Lansium domesticum Corr.). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui mortalitas lalat rumah (Musca domestica) serta mengetahui senyawa yang terkandung dalam ekstrak kulit duku. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratory dengan design penelitian posttest only control group design. Ekstrak kulit duku dibuat dengan beberapa konsentrasi yaitu 5%, 10% dan 15% kemudian disemprotkan pada lalat rumah dan diamati selama 1 jam. Berdasarkan hasil penelitian esktrak kulit duku mengandung senyawa flavonoid, saponin dan triterpenoid. Rerata kematian lalat rumah (Musca domestica) pada konsentrasi 5% mampu membunuh 5 ekor dalam waktu 27 menit, 10% mampu membunuh 5 ekor dalam waktu 18 menit, sedangkan 15% mampu membunuh 5 ekor lalat rumah dalam waktu 12 menit. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit duku (Lansium domesticum Corr.) berfungsi sebagai insektisida alami disebabkan adanya senyawa metabolit sekunder yang aktif dalam membunuh lalat rumah (Musca domestica). Kata Kunci : Insektisida, Musca domestica, Lansium domesticum Corr.
GAMBARAN MORFOLOGI TELUR CACING Ascaris Lumbricoides MENGGUNAKAN FORMALIN KONSENTRASI 1% DAN 15% Darmadi Adi; Khairunnisa
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol. 3 No. 4 (2025): Volume 3 Nomor 4 Desember 2025
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terjadinya kesalahan dalam diagnosis dapat dicegah dengan upaya, yaitu sampel spesimen harus segera dikirim ke laboratorium untuk segera diproses agar dapat diidentifikasi. Jika spesimen feses tidak dapat segera diperiksa, spesimen harus diberi pengawet untuk melestarikan morfologi protozoa dan mencegah perkembangan telur dan larva. Pengawet yang umum digunakan adalah 1% dan 15% formalin. Penelitian ini perlu dilakukan untuk melihat apakah ada perubahan morfologi pada telur cacing Ascaris lumbricoides jika konsentrasi formalin 1% dan 15%. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium. Penelitian ini dilakukan dengan metode langsung dengan cara tinja yang telah diberikan pengawet formalin dengan konsentrasi 1% dan 15% yang diteteskan ke kaca benda yang kemudian diwarnai dengan eosin 2% dan kemudian ditutup dengan kaca penutup, setelah itu diperiksa di bawah mikroskop. Hasil pengamatan ini akan dikategorikan ke dalam ada atau tidaknya perubahan morfologi telur cacing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan morfologi telur Ascaris lumbricoides pada pengawet formalin 1% dan formalin 15% pada perlakuan hari ke-5 ke-7, yang ditandai dengan perubahan morfologi dan menipisnya lapisan telur Ascaris lumbricoides. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan morfologi telur Ascaris lumbricoides dengan menggunakan pengawet formalin 1% dan konsentrasi 15% pada hari ke-5 – hari ke-7.