Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak, khususnya balita dan di negara berkembang. Antibiotik menjadi terapi utama pada pneumonia bakteri, namun penggunaan yang tidak rasional dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik. Peneltian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien anak pneumonia dengan metode Gyssen di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian observational retrospektif menggunakan data rekam medis pasien anak rawat inap dengan diagnosis pneumonia periode Januari – Desember 2024. Sampel penelitian berjumlah 200 pasien yang dipilih dengan metode purposive sampling. Evaluasi rasionalitas antibiotik dilakukan menggunakan klasifikasi Gyssens. Hasil penelitian menunjukan antibiotik yang paling banyak di gunakan adalah ampisilin-sulbaktam (37%) dan sefriakson (36%). Penggunaan antibiotik rasional (kategori 0) ditemukan 60% . Ketidakteraturan penggunaan antibiotik ditemukan pada kategori IIIb (durasi terlalu singkat) sebesar 30%, kategori IIIa (durasi terlalu lama) sebesar 6%, dan kategoti IIa (dosis tidak tepat ) sebesar 5 %. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa meskipun sebagian besar penggunaan antibiotik sudah rasional, namun masih di temukan ketidaktepatan dosis dan durasi pemberian sehigga diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk meningkatkan kualitas terapi antibiotik. .
Copyrights © 2025