Pertumbuhan pariwisata di Ubud telah memicu perubahan ruang hunian tradisional menjadi guest house atau homestay. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola pemanfaatan ruang dan gaya arsitektur dalam transformasi fungsi hunian di Desa Peliatan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan observasi lapangan terhadap empat sampel hunian dari total 47 rumah yang mengalami perubahan fungsi. Data dikumpulkan melalui dokumentasi spasial, wawancara dengan pemilik dan wisatawan, serta studi literatur. Hasil menunjukkan bahwa penginapan umumnya berada di area tengah (61,7%) dan belakang (27,7%) dengan kecenderungan mempertahankan struktur rumah Bali tradisional. Gaya arsitektur yang dominan adalah Neo-Vernakular (68,1%) dan sebagian menggunakan pendekatan Modern Minimalis (31,9%). Studi ini menyoroti adaptasi ruang berbasis budaya lokal sebagai strategi pelestarian identitas arsitektural dalam dinamika pariwisata.
Copyrights © 2026