Isu lingkungan dalam sektor bangunan mendorong perlunya pendekatan arsitektur yang lebih responsif terhadap konteks iklim dan penggunaan sumber daya. Dalam konteks bangunan komersial di kawasan tropis, restoran menjadi tipologi yang relevan untuk dikaji karena intensitas aktivitas dan potensi konsumsi energi yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip arsitektur ramah lingkungan pada bangunan Restoran Segara Bambu di Denpasar melalui empat aspek utama, yaitu material, energi, air, dan kesehatan lingkungan dalam ruang. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung serta analisis elemen fisik bangunan berdasarkan kerangka teori arsitektur ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan ini menerapkan strategi pasif sebagai sistem utama, terutama melalui penggunaan material bambu sebagai struktur dominan, optimalisasi ventilasi dan pencahayaan alami, pengolahan tapak yang mendukung penyerapan air hujan, serta pengaturan zonasi ruang yang menunjang kenyamanan termal, visual, dan akustik. Sistem buatan digunakan secara selektif sesuai kebutuhan fungsi ruang, seperti pada dapur dan ruang rapat, namun tidak menjadi sistem operasional utama. Secara keseluruhan, bangunan restoran ini menunjukkan penerapan prinsip arsitektur ramah lingkungan yang lebih dominan pada aspek material dan strategi pasif iklim tropis, sementara sistem teknis berperan sebagai pendukung operasional. Temuan ini menunjukkan bahwa perpaduan antara desain yang responsif terhadap iklim dan penggunaan sistem teknis secara selektif mampu mendukung kenyamanan pengguna secara optimal.
Copyrights © 2026