Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Melalui Pelatihan Hidroponik di Banjar Ujung, Kelurahan Kesiman, Denpasar Made Ratna Witari; Benyamin Tungga
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol. 4 No. 2 (2022): Maret
Publisher : STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30864/widyabhakti.v4i2.303

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Taru Lestari merupakan salah satu kelompok tani yang terdapat di Denpasar, tepatnya di Banjar Ujung, Kelurahan Kesiman. Kelompok tani yang terbentuk pada tahun 2018 ini mengelola lahan tani seluas ±4 are, selain itu kelompok tani ini juga memiliki instalasi hidroponik dengan ± 1.000 lubang tanam. Namun keberadaan instalasi hidroponik tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal sehingga hasil tani yang diproduksi dari sistem hidroponik sangat rendah. Hal tersebut disebabkan salah satunya karena kelompok tani belum memiliki pemahaman yang baik mengenai cara budidaya tanaman dengan sistem hidroponik. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka perlu dilakukannya pelatihan hidroponik kepada KWT Taru Lestari, Banjar Ujung. Metode yang dilakukan ialah dengan dua tahapan yaitu tahap penyuluhan untuk memberikan materi mengenai berbagai hal terkait hidroponik, dan tahap pelatihan untuk menerapkan langsung pengetahuan yang telah diperoleh pada instalasi hidroponik yang tersedia. Rangkaian kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan KWT Taru Lestari mengenai cara budidaya tanaman dengan hidroponik serta mampu mempraktikkannya. Berdasarkan kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan, diperoleh jumlah peserta yang paham terkait hidroponik meningkat sebesar 73%. Diharapkan dari pemahaman tersebut dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki dan nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan kelompok tani itu sendiri.
Pengelolaan Usaha Kerajinan Bedeg Bali Ni Luh Putu Ening Permini; Made Ayu Desy Geriadi; I Gusti Made Sudika; Made Ratna Witari; Ni Ketut Sukanti
KREATIF: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 3 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Pengabdian Masyarakat Nusantara
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/kreatif.v3i2.2071

Abstract

Craft business is a business that is carried out by selling various handicraft products that have functions and economic value. Many Indonesian people have been involved in the craft industry, one of which is the bedeg craft industry, in Bali. However, during the implementation process, bedeg entrepreneurs experienced many obstacles such as a lack of ability to prepare financial report books, lack of marketing outreach, and a bedeg design that seemed to be monotonous. The purpose of implementing this trial is to help partners, namely Bedeg Sudiana Craftsmen, to overcome the problems they face. The process of implementing the program is carried out by carrying out 3 service activity programs including providing assistance and assisting in making bookkeeping and financial reports, making social media and providing assistance and assisting in product design development. The results of the implementation of this activity show that the partners are very enthusiastic in participating in the training and that there is an increase in the ability of partners to manage finances. In addition, with the training activities, the reach of partner businesses has become wider, resulting in an increase in the number of product orders. Partners hope that this service activity can be carried out in a sustainable manner because it can have a positive influence on business progress.
Pengaruh Kegiatan Pariwisata Terhadap Tatanan Spasial Di Pura Desa Dan Pura Puseh Desa Adat Batuan, Gianyar Made Ratna Witari; Komang Sariasih
Jurnal Anala Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Anala
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46650/anala.8.2.987.43-52

Abstract

Pulau Bali yang terkenal akan aktivitas pariwisatanya memiliki daya tarik wisata salah satunya berupa wisata budaya. Pura Desa dan Pura Puseh Desa Adat Batuan menjadi salah satu tujuan wisata budaya yang berada di Kabupaten Gianyar. Adanya aktivitas wisata pada pura yang memiliki fungsi utama sebagai tempat suci umat Hindu tentu akan berpengaruh pada tatanan spasial di wilayah tersebut. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ingin mengetahui bagaimana pengaruh kegiatan pariwisata terhadap tatanan spasial di Pura Desa dan Pura Puseh Desa Batuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan aktivitas pariwisata dengan tatanan spasial yang berupa tampilan fisik, aktivitas keagamaan, sosial serta ekonomi di Pura Desa dan Pura Puseh di Desa Adat Batuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan dan menggambarkan fenomena yang terjadi di lapangan sebagaimana adanya. Pengumpulan data dilakukan dengan cara studi literatur, observasi, dan wawancara. Hasil akhir penelitian menunjukkan perubahan signifikan terjadi pada aspek ekonomi, sosial dan tampilan fisik berupa penambahan fasilitas penunjang. Pada kegiatan keagamaan tidak mendapatkan pengaruh yang besar dari adanya aktivitas wisata, begitu juga pada bentuk dan ukiran pada bangunan yang masih dipertahankan
Analisis Penerapan Prinsip Arsitektur Ramah Lingkungan pada Restoran Segara Bambu di Denpasar Made Ratna Witari; I Made Dedi Suardika
Jurnal Anala Vol. 14 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Dwijendra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu lingkungan dalam sektor bangunan mendorong perlunya pendekatan arsitektur yang lebih responsif terhadap konteks iklim dan penggunaan sumber daya. Dalam konteks bangunan komersial di kawasan tropis, restoran menjadi tipologi yang relevan untuk dikaji karena intensitas aktivitas dan potensi konsumsi energi yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip arsitektur ramah lingkungan pada bangunan Restoran Segara Bambu di Denpasar melalui empat aspek utama, yaitu material, energi, air, dan kesehatan lingkungan dalam ruang. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi langsung serta analisis elemen fisik bangunan berdasarkan kerangka teori arsitektur ramah lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan ini menerapkan strategi pasif sebagai sistem utama, terutama melalui penggunaan material bambu sebagai struktur dominan, optimalisasi ventilasi dan pencahayaan alami, pengolahan tapak yang mendukung penyerapan air hujan, serta pengaturan zonasi ruang yang menunjang kenyamanan termal, visual, dan akustik. Sistem buatan digunakan secara selektif sesuai kebutuhan fungsi ruang, seperti pada dapur dan ruang rapat, namun tidak menjadi sistem operasional utama. Secara keseluruhan, bangunan restoran ini menunjukkan penerapan prinsip arsitektur ramah lingkungan yang lebih dominan pada aspek material dan strategi pasif iklim tropis, sementara sistem teknis berperan sebagai pendukung operasional. Temuan ini menunjukkan bahwa perpaduan antara desain yang responsif terhadap iklim dan penggunaan sistem teknis secara selektif mampu mendukung kenyamanan pengguna secara optimal.