Tuna wicara adalah individu dengan keterbatasan berbicara atau kesulitan menggunakan bahasa lisan dan komunikasi verbal secara normal. Penelitian ini mengkaji strategi guru dalam membantu anak tunawicara di sekolah dasar reguler non-inklusi mengatasi kesulitan belajar dan komunikasi. Dengan pendekatan fenomenologi, data dari kepala sekolah, guru, dan siswa kelas V SDN Susukan 07 Pagi dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa anak tunawicara menghadapi tantangan seperti kesulitan memahami perintah, menyampaikan ide, dan bekerja sama. Guru menggunakan metode diferensiasi, pendekatan intensif, materi tambahan, teknik berbisik, serta lembar kerja khusus untuk membantu siswa. Penelitian ini memberi wawasan bagi guru dalam menangani siswa tunawicara di lingkungan reguler.
Copyrights © 2025