Penggunaan bahan bakar, oksigen, dan panas yang tidak terkendali dapat mengakibatkan terjadinya proses kebakaran. Sistem tanggap darurat kebakaran adalah satu atau kombinasi dari sistem perlindungan aktif dan pasif yang digunakan di gedung untuk mengingatkan penghuni akan keadaan darurat, menawarkan bantuan penyelamatan, menghentikan penyebaran api, dan memadamkan api. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis penerapan sistem tanggap darurat kebakaran di PT. X. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan penelitian ini adalah 4 orang karyawan terdiri dari 1 orang Staf K3, 1 orang Tim tanggap darurat, 1 orang Karyawan, dan 1 orang security, yang memiliki banyak pengetahuan mengenai penerapan sistem tanggap darurat di PT. X dengan teknik penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa total rata-rata tingkat kesesuaian manajemen proteksi kebakaran di PT. X terhadap standar acuan yang berlaku sebesar 83,3%, total rata-rata tingkat kesesuaian sistem proteksi aktif di PT. X terhadap standar acuan yang berlaku sebesar 89,3%, dan total rata-rata tingkat kesesuaian sistem proteksi pasif di PT. X terhadap standar acuan yang berlaku sebesar 90%. Simpulan penelitian diperoleh hasil evaluasi terhadap penggunaan sistem tanggap darurat kebakaran di PT X menunjukkan terdapat 82,9% kesesuaian terhadap standar yang digunakan. Angka ini menggambarkan derajat kehandalan dengan nilai Baik (B).
Copyrights © 2024