Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan disebut Noise Induced Hearing Loss (NIHL), yaitu kondisi pendengaran terganggu akibat paparan suara keras dengan tingkat desibel yang tinggi. Area kerja di PT. X yang melibatkan boiler dan turbin merupakan area dengan peralatan produksi/mesin-mesin kerja yang menghasilkan suara bising tinggi secara terus-menerus dan kondisi ini menyebabkan potensi bahaya gangguan pendengaran di kalangan karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan pendengaran pada karyawan di PT. X pada tahun 2023. Sampel terdiri dari 50 orang yang dipilih dengan metode total sampling. Untuk memperoleh data di lapangan dilakukan dengan cara pengukuran intensitas kebisingan pada area kerja dan penyebaran kuesioner kepada 50 responden. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional analitik dan pendekatan cross-sectional study. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara durasi kerja (p-value=0,023), masa kerja (p-value=0,016), dan penggunaan alat protektor telinga (p-value=0,020) dengan keluhan gangguan pendengaran. Namun, tidak ditemukan hubungan antara usia (p-value=0,345) serta intensitas bising (p-value=0,599) dengan keluhan gangguan pendengaran. Intensitas kebisingan di area turbin mencapai 92,2 dB(A), area boiler 89,3 dB(A), dan area central control room 69,7 dB(A). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara variabel masa kerja, durasi kerja, dan pemakaian APT dengan keluhan gangguann pendengaran pada karyawan di PT. X Tahun 2023. Untuk variabel yang tidak berhubungan yaitu variabel usia dan Intensitas kebisingan.
Copyrights © 2024