Nyeri pada punggung bawah yang berasal dari otot, saraf, atau jaringan di sekitarnya, atau tulang belakang itu sendiri, dikenal sebagai nyeri punggung bawah (low back pain/LBP). LBP adalah keluhan yang paling umum di antara karyawan dan menjadi alasan utama gangguan kerja, keterbatasan aktivitas, dan ketidakhadiran di tempat kerja hampir di seluruh dunia. Karyawan di PT PLN Unit Pembangkitan Kendari sering mengeluhkan nyeri punggung bawah (LBP) sebagai penyakit akibat kerja karena tugas administratif mereka, yang mengharuskan mereka untuk duduk dengan postur yang tidak ergonomis untuk waktu yang lama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang berkontribusi terhadap keluhan nyeri punggung bawah pada karyawan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Kendari pada tahun 2024. Dengan desain cross-sectional, jenis penelitian ini bersifat kuantitatif dan bersifat observasional dan analitik. Studi ini memakai pendekatan probability sampling untuk memilih 81 partisipan sebagai sampel. Survei dipakai guna menghimpun data, dan uji Chi-square dipakai guna mengevaluasinya. Temuan studi ini memperlihatkan ada hubungannya antara posisi duduk (p=0,049) dan masa kerja (p=0,000) dengan Keluhan Low Back Pain. Tetapi tidak ada hubungannya antara lama duduk dengan Keluhan Low Back Pain (p=0,885), IMT (p=0,115), dan stres kerja (p=1,000) dengan Keluhan Low Back Pain. Diharapkan kepada peneliti selanjutnya dapat menganalisis secara mendalam terkait Keluhan Low Back Pain.
Copyrights © 2025