Dokter gigi merupakan salah satu profesi yang memiliki risiko tinggi mengalami gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) akibat postur kerja yang statis dan kurang ergonomis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keluhan MSDs pada dokter gigi berdasarkan pemetaan menggunakan instrumen Nordic Body Map (NBM), serta menganalisis hubungan karakteristik responden dan kebiasaan olahraga terhadap tingkat risiko MSDs. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada bulan Juni 2025 di salah satu Klinik gigi cabang Ciputat. Sebanyak 17 dokter gigi menjadi responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner NBM yang menilai intensitas keluhan berdasarkan lokasi tubuh dan tingkat keparahan nyeri. Penelitian ini menunjukkan penemuan bahwa area tubuh yang paling sering mengalami keluhan adalah punggung (41,2%) dan leher (35,3%). Sebagian besar responden memiliki tingkat risiko MSDs kategori sedang (47,1%) dan tinggi (29,4%), dengan skor NBM berkisar antara 50 hingga 90. Meskipun 88,2% responden rutin berolahraga, keluhan MSDs tetap tinggi, yang menunjukkan bahwa olahraga saja belum cukup efektif sebagai tindakan pencegahan tanpa disertai perbaikan postur kerja. Temuan ini memperkuat bukti bahwa postur kerja yang buruk memiliki korelasi yang signifikan terhadap keluhan MSDs, sebagaimana juga ditemukan dalam penelitian Pramarta et al. (2024). Penelitian ini merekomendasikan perlunya intervensi ergonomi dan edukasi postur kerja sebagai upaya pencegahan jangka panjang terhadap gangguan MSDs pada dokter gigi.
Copyrights © 2025