Keluhan musculoskeletal merupakan salah satu contoh penyakit akibat kerja yang dapat timbul di tempat kerja. MSDS (musculoskeletal disorder) terjadi akibat dari kombinasi berbagai faktor pekerjaan, faktor individu, dan faktor lingkungan. Menurut WHO pada tahun 2017. Prevalensi MSDs berdasarkan diagnosis yaitu 20%-33% orang di seluruh dunia hidup dengan kondisi musculoskeletal. Data statistik penyakit musculoskeletal disorder di Great Britain menyatakan terdapat 498.000 dari 1.354.000 pekerja yang menderita penyakit terkait pekerjaan. Di Indonesia dari studi Departemen Kesehatan menunjukkan sekitar 40,5% penyakit yang diderita pekerja berhubungan dengan pekerjaannnya. Gangguan yang dialami pekerja menurut penelitian yang dilakukan terhadap 9.482 pekerja di 12 kabupaten/kota di Indonesia umumnya berupa penyakit MSDS (16%), Kardiovaskular (8%). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran kejadian keluhan musculoskeletal (MSDS) pada pengayuh becak yang beroperasi diwilayah Kecamatan Kendari Barat Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan data sampel dengan Teknik simple random sampling, dengan kuesioner, dengan jumlah responden sebanyak 60 yang berprofesi sebagai tukang becak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi kerja pada tukang becak sangat beresiko terjadinya keluhan musculoskeletal (MSDS), berdasarkan gambaran masa kerja pada tukang becak menunjukkan bahwa keluhan musculoskeletal banyak terjadi pada masa kerja 1-5 tahun, dilihat dari postur kerja menunjukkan bahwa responden dengan kategori tinggi sebanyak 28 responden.
Copyrights © 2025