Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek yang sangat penting untuk diterapkan di lingkungan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya pada kompetensi keahlian yang melibatkan aktivitas praktik dengan tingkat risiko tinggi, seperti Teknik Las. Penerapan K3 yang baik tidak hanya bertujuan untuk mencegah kecelakaan kerja, tetapi juga membentuk budaya kerja yang aman sejak dini. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di SMK Negeri 2 Kota Tarakan, masih ditemukan rendahnya tingkat pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa terhadap pelaksanaan K3 selama kegiatan praktik. Oleh karena itu, diperlukan media edukasi yang efektif dan mudah dipahami untuk meningkatkan pemahaman siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan siswa terkait K3. Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest–posttest yang melibatkan 66 siswa kelas XI Teknik Las. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi leaflet, kemudian dianalisis secara univariat dan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada seluruh variabel. Pengetahuan siswa meningkat dari kategori cukup menjadi seluruhnya baik, sikap berubah dari dominan negatif menjadi 100% positif, dan tindakan siswa menjadi sepenuhnya sesuai dengan prosedur K3. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai z-score masing-masing sebesar 7,137; 7,134; dan 7,079 dengan p-value 0,000. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa media leaflet efektif sebagai sarana promosi kesehatan dalam meningkatkan pemahaman, membentuk sikap positif, serta mendorong perilaku aman dalam penerapan K3 di SMK.
Copyrights © 2026