Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada sektor informal, khususnya bengkel las, masih sering terabaikan meskipun risiko kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja sangat tinggi. Di Kota Kendari, fenomena pekerja las yang mengabaikan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) masih banyak ditemui di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan dan kepatuhan penggunaan APD pada pekerja bengkel las di Kota Kendari. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner terstruktur melalui Google Forms. Data dianalisis secara deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berada pada usia produktif (50%) dengan masa kerja 1-3 tahun (48,3%) dan belum pernah mengikuti pelatihan K3 (65%). Tingkat pengetahuan responden berada pada kategori baik (68,3%), namun tingkat kepatuhan penggunaan APD berada pada kategori tidak patuh (63,3%). APD yang paling konsisten digunakan adalah pelindung mata (rata-rata 4,22), sedangkan yang paling rendah adalah penggunaan apron (rata-rata 3,10). Kesimpulan: Terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan kepatuhan pekerja las di Kota Kendari. Pengetahuan yang baik tidak menjamin kepatuhan karena adanya hambatan berupa faktor kenyamanan alat di cuaca panas dan keterbatasan ketersediaan APD di bengkel.
Copyrights © 2026