Gangguan pernapasan akibat kerja adalah masalah pada saluran pernapasan yang timbul karena paparan polutan udara secara terus-menerus. Penyakit paru akibat kerja adalah gangguan pada paru-paru yang timbul akibat faktor yang berkaitan dengan aktivitas pekerjaan. Pajanan terhadap debu, mineral, mikroorganisme, hewan, maupun bahan kimia dapat menimbulkan penyakit ketika terhirup dan masuk ke dalam sistem pernapasan. Dampak dari pajanan tersebut dapat bertahan dalam jangka panjang meskipun paparan sudah berakhir. Semakin lama seseorang bekerja, semakin besar pula risiko terpapar bahaya dari lingkungan kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan pernapasan pada pekerja di area smelting PT.Antam Tbk. UBPN Kolaka. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif, desain cross sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah proporsional stratified random sampling yang melibatkan 104 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian menujukkan nilai signifikan pada variabel masa kerja sebesar (p-value = 0,126), penggunaan APD sebesar (p-value = 0,847), Shift kerja sebesar (p-value = 0,892), dan kadar debu sebesar (p-value = 0,000). Kesimpulan yaitu tidak terdapat hubungan antara masa kerja, penggunaan APD, dan shift kerja, namun terdapat hubungan antara kadar debu dengan keluhan gangguan pernapasan pada pekerja area smelting pertambangan nikel di PT. Antam Tbk. UBPN Kolaka.
Copyrights © 2026