Industri migas memiliki karakteristik operasi 24 jam yang menuntut sistem kerja shift, sehingga berpotensi menyebabkan disinkronisasi ritme sirkadian pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan ritme sirkadian terhadap potensi penyakit akibat kerja (PAK) pada pekerja dengan pola kerja shift di industri minyak dan gas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-korelasi. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur kepada pekerja shift di perusahaan migas XYZ dengan teknik purposive sampling. Variabel yang diteliti meliputi gangguan ritme sirkadian (by Cardian Type Inventory), tingkat kelelahan, kualitas tidur/kantuk dan keluhan penyakit akibat kerja. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik korelasi untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara gangguan ritme sirkadian dengan peningkatan risiko penyakit akibat kerja pada pekerja shift. Gangguan ritme sirkadian terbukti berkontribusi terhadap penurunan kewaspadaan, kinerja kognitif, serta peningkatan kesalahan kerja. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa disinkronisasi ritme sirkadian merupakan faktor risiko penting dalam keselamatan dan kesehatan kerja di industri migas. Penelitian ini merekomendasikan penerapan desain shift kerja yang ergonomis dan sirkadian-ramah sebagai upaya pencegahan penyakit akibat kerja dan kecelakaan kerja.
Copyrights © 2026