Gangguan muskuloskeletal (musculoskeletal disorders/MSDs) masih menjadi permasalahan utama kesehatan kerja pada pekerja bengkel akibat paparan postur kerja yang tidak ergonomis dalam jangka waktu lama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh postur kerja terhadap gangguan muskuloskeletal pada pekerja bengkel di Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Penilaian postur kerja dilakukan menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai tingkat risiko ergonomi, sedangkan keluhan gangguan muskuloskeletal diukur menggunakan kuesioner gangguan muskuloskeletal yang terstandar. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi untuk mengetahui hubungan antara postur kerja dan gangguan muskuloskeletal. Hasil analisis menunjukkan bahwa postur kerja berpengaruh signifikan terhadap gangguan muskuloskeletal. Uji regresi menghasilkan nilai koefisien sebesar 0,366 dengan nilai p-value sebesar 0,010 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara postur kerja dan gangguan muskuloskeletal. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat risiko ergonomi akibat postur kerja yang tidak sesuai, maka semakin besar kemungkinan terjadinya gangguan muskuloskeletal pada pekerja bengkel. Kesimpulan penelitian ini adalah postur kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap terjadinya gangguan muskuloskeletal pada pekerja bengkel di Kota Medan. Oleh karena itu, diperlukan upaya intervensi ergonomi melalui perbaikan postur kerja, modifikasi stasiun kerja, serta edukasi pekerja mengenai postur kerja yang benar guna menurunkan risiko gangguan muskuloskeletal dan meningkatkan kesehatan serta produktivitas kerja.
Copyrights © 2026