Stres adalah cara respons alami seseorang ketika menghadapi tekanan atau tuntutan dari luar, yang bisa menyebabkan berbagai masalah, seperti gangguan fisik, emosional, dan perilaku. Stres kerja menimbulkan ketidakselarasan antara aspek fisik dan psikis yang berimplikasi pada kondisi emosional. Selain itu, stres kerja menjadi faktor penghambat produktivitas individu di lingkungan kerja. Tujuan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk menganalisis berbagai variabel yang memiliki korelasi dengan tingkat stres kerja pada karyawan PT. X di Kendari tahun 2025. Adapun jenis studi yang dilakukan adalah kuantitatif dengan pendekatan analitik observational dengan desain studi Cross Sectional. Dengan melibatkan 84 pekerja sebagai sampel, penelitian ini menggunakan metode accidental sampling dalam pengumpulan datanya. Selanjutnya, keterkaitan antarvariabel diuji melalui analisis bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact dan Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara dukungan sosial (p value = 0,043) dengan stres kerja. Namun, tidak terdapat hubungan antara beban kerja (p value = 0,240) dan kebisingan (p value = 0,724) dengan stres kerja. Dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial berhubungan dengan stres kerja sedangkan beban kerja dan kebisingan tidak berhubungan dengan stres kerja pada pekerja PT. X 2025. Disarankan agar pekerja tetap mematuhi prosedur K3 yang ada serta memanfaatkan waktu istirahat secara optimal dan tetap menjaga komunikasi yang baik dengan rekan kerja.
Copyrights © 2026