Carpal Tunnel Syndrome (CTS) adalah gangguan saraf yang umum terjadi di tangan karena tekanan pada saraf di area pergelangan tangan median yang melewati terowongan karpal. Studi ini bertujuan untuk meneliti Faktor-faktor yang terkait dengan Carpal Tunnel Syndrome pada pekerja pemecah batu di Desa Parida Kabupaten Muna pada tahun 2024. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, dilaksanakan dalam rentang waktu antara bulan Januari dan Februari 2024.Sampel terdiri dari 70 pekerja yang dipilih dengan total sampling. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner, tes Phalen, dan dokumentasi. Variabel yang diteliti mencakup masa kerja, lama kerja, gerakan berulang, dan riwayat penyakit. Data di analisis menggunakan teknik univariat dan bivariat menggunakan Chi-square, kemudian disajikan dalam tabel distribusi frekuensi dan tabel hubungan antar variabel, yang kemudian dijelaskan secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 30 pekerja atau 42,9% mengalami CTS, sementara 40 pekerja atau 57,1% tidak mengalami CTS. Ada korelasi antara masa kerja (p-value = 0,001), lama kerja (p-value = 0,023), dan gerakan berulang (p-value = 0,046) dengan Carpal Tunnel Syndrome. Namun, tidak terdapat korelasi antara riwayat penyakit (p-value = 0,186) dengan Carpal Tunnel Syndrome. Jadi, simpulannya adalah bahwa terdapat korelasi antara masa kerja, lama kerja, dan gerakan berulang dengan Carpal Tunnel Syndrome, sementara tidak ada korelasi antara riwayat penyakit dan Carpal Tunnel Syndrome pada pekerja pemecah batu.
Copyrights © 2026