. Literasi sejarah lokal memiliki peran penting dalam membentuk identitas budaya, karakter, dan kesadaran sejarah generasi muda. Museum Balanga sebagai museum daerah di Kalimantan Tengah memiliki potensi besar sebagai media edukasi interaktif karena menyimpan berbagai koleksi sejarah, budaya, adat istiadat, serta kehidupan masyarakat Dayak yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan Museum Balanga dalam meningkatkan literasi sejarah lokal pelajar. Metode yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif, edukatif, dan interaktif melalui studi tur museum, penyampaian materi sejarah lokal, pengenalan koleksi museum, diskusi, tanya jawab, serta pemanfaatan media digital. Sasaran kegiatan adalah pelajar tingkat SD, SMP, SMA, dan mahasiswa yang berkunjung ke Museum Balanga. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program edukasi interaktif mampu meningkatkan pemahaman peserta terhadap sejarah dan budaya Kalimantan Tengah, menumbuhkan minat belajar sejarah, serta memperkuat kesadaran budaya melalui interaksi langsung dengan koleksi museum. Pemanfaatan media digital juga mendukung penyampaian informasi yang lebih menarik dan mudah dipahami. Selain itu, kolaborasi antara museum, sekolah, dan pemerintah daerah turut mendukung keberhasilan program. Dengan demikian, Museum Balanga berperan sebagai media pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan efektif dalam meningkatkan literasi sejarah lokal serta kesadaran budaya generasi muda di Kalimantan Tengah.
Copyrights © 2026