Pengolahan bawang merah pasca panen adalah salah satu bidang yang membutuhkan perhatian khusus, terutama karena proses pengupasannya masih dilakukan secara manual oleh usaha kecil dan rumah tangga pada KWT Mekar Sari Nganjuk. Pekerja memiliki risiko mengalami keluhan muskuloskeletal karena postur kerja mereka yang tidak ergonomis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan solusi perbaikan metode kerja berdasarkan prioritas ergonomic dalam proses pengupasan bawang merah untuk meningkatkan efisiensi kerja, kenyamanan kerja, dan keselamatan kerja pekerja. Metode yang digunakan pendekatan edukatif dan partisipatif melalui sosialisasi, dan pelatihan penerapan prinsip ergonomi. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa prioritas usulan perbaikan kepada KWT disesuaikan dengan kemampuan dengan perkiraan biaya meliputi: (1) penggunaan kursi bersandar dan meja kerja, (2) penataan area sistem stasiun kerja duduk, (3) penerapan program istirahat dan stretching setiap jam kerja. Kegiatan ini memberikan manfaat terutama menjadi model penerapan ergonomi sederhana bagi usaha kecil dalam peningkatana produktivitas dan kesehatan keselamatan kerja.
Copyrights © 2026