Kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) merupakan salah satu indikator yang memengaruhi tingkat kesehatan Bank Perkreditan Rakyat. Tingginya rasio NPL dapat menurunkan kualitas aset produktif serta menghambat fungsi intermediasi bank. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab kredit bermasalah pada Bank BPR Supra Sukabumi melalui penerapan prinsip 5C. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara terhadap pihak yang terlibat dalam proses pemberian kredit. Analisis dilakukan menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama kredit bermasalah berasal dari faktor internal bank berupa belum optimalnya analisis kelayakan kredit dan monitoring pasca pencairan, faktor debitur berupa penurunan kemampuan membayar, penggunaan dana yang tidak sesuai tujuan, serta rendahnya disiplin pembayaran, sedangkan faktor eksternal berupa kondisi ekonomi dan persaingan usaha memperbesar risiko NPL. Penelitian menyimpulkan bahwa penguatan penerapan prinsip 5C dan monitoring kredit secara berkelanjutan menjadi strategi utama dalam menekan tingkat kredit bermasalah.
Copyrights © 2026