Piutang tak tertagih merupakan risiko signifikan yang dapat mengganggu likuiditas perusahaan, khususnya pada industri peternakan yang dicirikan oleh siklus produksi cepat dan dinamika pasar yang fluktuatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penyebab piutang tak tertagih dan mengevaluasi efektivitas strategi pengendalian internal yang diterapkan oleh PT XYZ dalam mengelola risiko likuiditas. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara mendalam dengan staf bagian piutang (accounts receivable) dan pemasaran, serta analisis dokumen internal berupa jadwal umur piutang (aging schedule). Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa piutang tak tertagih di PT XYZ disebabkan oleh faktor internal seperti kesalahan administrasi penagihan dan analisis kredit awal yang kurang tajam. Faktor eksternal meliputi krisis likuiditas pelanggan, risiko gagal bayar, dan depresiasi nilai jaminan. Perusahaan menerapkan segmentasi jangka waktu pembayaran (7 hari untuk eksternal dan 30 hari untuk internal). Estimasi kerugian piutang meningkat drastis hingga 80% untuk piutang yang telah melampaui usia 360 hari. PT XYZ telah mengimplementasikan sistem pengendalian yang komprehensif, mulai dari kebijakan kredit selektif hingga pemantauan aging schedule secara real-time. Penguatan credit underwriting, otomasi monitoring aging schedule berbasis sistem informasi akuntansi, dan internalisasi SOP penagihan menjadi kunci peningkatan efektivitas pengendalian piutang PT XYZ ke depan.
Copyrights © 2026