Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk tumpang tindih wewenang dalam struktur holding–subholding PT Pertamina (Persero), faktor penyebabnya, serta dampaknya terhadap efektivitas organisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur yang diperkaya melalui analisis kasus berdasarkan jurnal ilmiah, buku, dokumen resmi PT Pertamina (Persero), dan publikasi dari institusi kredibel. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumpang tindih wewenang terjadi pada pengambilan keputusan investasi, fungsi pengawasan dan pengendalian, penyusunan strategi bisnis, serta pengelolaan proyek terintegrasi yang melibatkan beberapa subholding. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kompleksitas struktur organisasi, proses restrukturisasi, belum optimalnya pemisahan kewenangan strategis dan operasional, koordinasi yang belum efektif, serta perbedaan kepentingan bisnis antar subholding. Dampaknya terlihat pada menurunnya efisiensi pengambilan keputusan, munculnya duplikasi fungsi pengawasan, ketidakjelasan akuntabilitas, serta berkurangnya efektivitas penerapan prinsip Good Corporate Governance. Berdasarkan analisis teori struktur organisasi, teori wewenang, teori sistem terbuka, dan teori koordinasi organisasi, penelitian menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi struktur holding–subholding tidak hanya bergantung pada perubahan struktur organisasi, tetapi juga pada kejelasan pembagian wewenang, penguatan koordinasi, dan penerapan tata kelola perusahaan yang efektif.
Copyrights © 2026