Sektor perbankan menuntut produktivitas tinggi di tengah tekanan digitalisasi, namun bagaimana dukungan organisasi dimaknai secara psikologis oleh karyawan dengan status kerja berbeda masih jarang dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana Perceived Organizational Support (POS) dipersepsikan dan berkontribusi terhadap produktivitas kerja karyawan Bank X Kota Semarang. Menggunakan pendekatan kualitatif desain studi kasus tunggal dengan pendekatan idiographic. Partisipan berjumlah empat orang (tiga responden kuesioner terbuka, satu informan wawancara mendalam) yang dipilih secara purposif untuk mendapatkan kedalaman narasi. Data dianalisis menggunakan analisis tematik refleksif. Analisis menghasilkan empat tema utama: (1) kepercayaan sebagai pemantik motivasi intrinsik; (2) status kepegawaian sebagai lensa penyaring persepsi POS; (3) ketidakjelasan karier sebagai celah struktural dukungan; dan (4) kepuasan sosial-relasional sebagai konstanta lintas status. POS tidak berdampak seragam, melainkan bergeser polanya berdasarkan konteks status kerja (kontrak vs. tetap). Karyawan kontrak melihat POS secara transaksional-finansial, sementara karyawan tetap menuntut keadilan prosedural dan kejelasan karier. Implikasi praktis mendesak manajemen perbankan untuk membangun transparansi sistem karier dan standardisasi penilaian yang objektif guna menjaga produktivitas jangka panjang.
Copyrights © 2026