Analisis jabatan pada posisi Recruitment Officer merupakan fondasi strategis yang menentukan kualitas proses seleksi karyawan dalam organisasi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman seorang Recruitment Officer dalam mengimplementasikan analisis jabatan serta implikasinya terhadap efektivitas seleksi di perusahaan perkebunan kelapa sawit. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi digunakan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap satu informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis jabatan dijalankan melalui pencatatan aktivitas harian hingga bulanan untuk mendeteksi kondisi overload atau underload, menghasilkan dokumen job description dan job specification sebagai acuan seleksi. Proses rekrutmen dikelola secara end-to-end dengan prinsip inklusivitas yang menghapus batasan usia, gender, dan penampilan fisik. Meskipun instrumen seleksi telah tersusun secara terstruktur, keputusan akhir di lapangan tetap dipengaruhi oleh subjektivitas user terkait kecocokan karakter kandidat. Penelitian ini menegaskan bahwa kematangan analisis jabatan pada posisi rekruter berkontribusi signifikan terhadap objektivitas seleksi, namun efektivitasnya perlu didukung pemutakhiran standar kompetensi secara berkala.
Copyrights © 2026