Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemangkasan daun terhadap pertumbuhan dan hasil panen varietas jagung NK 212 yang ditanam di sawah, dengan mempertimbangkan tantangan kelembaban tinggi di daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan di Desa Patangnga, Kecamatan Tellu Siattinge, Kabupaten Bone, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat tingkat perlakuan: tanpa pemangkasan daun (P 0 ), pemangkasan daun 25% (P 1 ), 50% (P 2 ), dan 75% (P 3 ) dari daun bagian bawah tongkol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemangkasan daun secara signifikan mempengaruhi parameter pertumbuhan (jumlah daun dan indeks luas daun) dan komponen hasil panen (panjang tongkol, diameter, berat, dan hasil per hektar). Perlakuan pemangkasan 50% (P 2 ) menghasilkan hasil terbaik dengan produktivitas mencapai 8,58 ton/ha. Sebaliknya, tanpa pemangkasan (P 0 ) dan pemangkasan berat (75%) menunjukkan hasil yang kurang optimal. Disimpulkan bahwa pemangkasan daun 50% merupakan strategi agronomi yang paling efektif untuk meningkatkan produktivitas jagung NK 212 di ekosistem sawah, karena mampu menyeimbangkan penerimaan cahaya dan alokasi fotosintat.
Copyrights © 2026