Perkembangan teknologi informasi (TI) di era digital telah mendorong organisasi untuk mengintegrasikan sistem informasi ke dalam mekanisme pengendalian manajemen sebagai strategi peningkatan efisiensi operasional. Namun, kesenjangan antara investasi TI dan peningkatan kinerja manajerial yang diharapkan masih menjadi tantangan signifikan, khususnya dalam konteks organisasi di negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh integrasi teknologi informasi terhadap kualitas sistem pengendalian manajemen (SPM), mengidentifikasi peran moderasi kapabilitas sumber daya manusia (SDM), serta mengembangkan model konseptual integrasi TI-SPM untuk meningkatkan efisiensi operasional secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods dengan sequential explanatory design. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dari 196 manajer dan eksekutif perusahaan manufaktur dan jasa yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Analisis data kuantitatif menggunakan Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4.0, sedangkan data kualitatif dari 20 informan kunci dianalisis menggunakan thematic analysis berbantuan NVivo 14. Hasil penelitian membuktikan bahwa integrasi TI berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas SPM (β = 0,512; p < 0,001) dan efisiensi operasional (total effect β = 0,488). Kapabilitas SDM terbukti memoderasi hubungan tersebut secara signifikan. Sektor manufaktur menunjukkan peningkatan efisiensi tertinggi sebesar 37,4%. Penelitian ini menghasilkan model IMSOE (IT-MCS Integration Model for Sustainable Operational Efficiency) sebagai kontribusi teoritis dan praktis bagi organisasi di Indonesia.
Copyrights © 2026