Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

THE EFFECT OF COMPLAINT HANDLING, SERVICE FACILITIES AND SERVICE LOCATION ON CUSTOMER SATISFACTION AT PUBLIC HEALTH CENTERS Sri Rejeki; Aceng Abdul Hamid
International Journal of Management, Economic, Business and Accounting Vol. 2 No. 1 (2023): International Journal of Management, Economic, Business and Accounting (IJMEBA)
Publisher : PT. Berkah Digital Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1113.96 KB) | DOI: 10.58468/ijmeba.v2i1.42

Abstract

Purpose of the study — This research is to find out and test the influence of complaint handling, service facilities and service location on customer satisfaction in Public Health Centers.Research method — Study this is study quantitative with Regression. Study this use approach quantitative for see connection causality from a number of influencing factor _ to Satisfaction Customer . Population in study this is Patients at the Kramat Public Health Center, Tegal Regency, Central Java Province, totaling 95 respondents. Data collected with questionnaire and study document, after that's the data in the validity test as well as reliability.Result— Research results show that Handling Complaints, Facilities Service, and Service Location take effect to Satisfaction Customer by simultaneous. From value data _ adjusted R Square of 0.533, this means by together effect of variable X 1 , X 2 , and X 3 is 53.3% against change Y or in other words influence variable free (Handling Complaints, Facilities Service , Service Location) to variable bound ( Satisfaction customers) by 53.3 % while the rest that is 46.7 % caused by other variables that do not enter researched in framework research .With thereby factor handler Complaints, Facilities Service , Service Location must Keep going maintained and if need more upgraded again . So that service to Public in accordance with what is expected by the government and society as user service service health.Conclusion— Based on results observation writer at health center District Kramat Tegal that from aspect handling complaint that is, the lack of clear information from officer health so that impact Public health center in Thing this no knowing what 's missing in To do Health services to society. Of the nine elements survey in questionnaire, that is, what is delivered to community / customer Public health center Kramat, District Tegal, there are element that gets highest SME score that is element cost affordable service. Meanwhile elements that are still many complain Public that is element Handling complaint.
ERADICATING MOSQUITOES THAT CAUSE DENGUE FEVER IN KEDUNGJAYA VILLAGE THROUGH FOGGING IN KEDUNGJAYA VILLAGE, KEDAWUNG SUB-DISTRICT, CIREBON DISTRICT Irawan Budi Utomo; Hartanto Halim; Ellin Herlina; Illa nuru Haidah; Aceng Abdul Hamid; Deviari D Soemarno; Vinny Meilinda Chandra; Assha Khomsiyah Dwiyani
Jurnal Abdisci Vol 2 No 11 (2025): Vol 2 No 11 Tahun 2025
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v2i11.707

Abstract

Abstract Background. Dengue hemorrhagic fever (DHF) is an infectious disease caused by the dengue virus and transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. The spread of this disease can cause outbreaks in various regions, including Kedungjaya Village, Kedawung Subdistrict, Cirebon Regency. Aims. Effective handling of DHF requires continuous prevention efforts, one of which is through controlling the population of disease-causing mosquitoes. Methods. One method used to reduce mosquito populations is fogging or spraying insecticides. This study aims to analyze the effectiveness of fogging in eradicating mosquitoes that cause DHF in Kedungjaya Village. The method used was fogging, spraying insecticides on areas that become mosquito breeding grounds. Result. The results showed that fogging can significantly reduce mosquito populations, which in turn reduces the potential spread of DHF. To achieve optimal prevention, a comprehensive approach is needed, including educating the community on clean and healthy living behaviors and mosquito nest eradication efforts. Conclusion. This study is expected to contribute to DHF control efforts in the area and serve as a model for other regions facing similar problems. Implementation. Some suggestions that can be given to improve the effectiveness of DHF control in Kedungjaya Village
Integrasi Teknologi Informasi Dalam Sistem Pengendalian ManajemenUntuk Meningkatkan Efisiensi Operasional Vika Fransisca; Aceng Abdul Hamid
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 16 No. 12 (2026): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/vt4ad729

Abstract

Perkembangan teknologi informasi (TI) di era digital telah mendorong organisasi untuk mengintegrasikan sistem informasi ke dalam mekanisme pengendalian manajemen sebagai strategi peningkatan efisiensi operasional. Namun, kesenjangan antara investasi TI dan peningkatan kinerja manajerial yang diharapkan masih menjadi tantangan signifikan, khususnya dalam konteks organisasi di negara berkembang seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh integrasi teknologi informasi terhadap kualitas sistem pengendalian manajemen (SPM), mengidentifikasi peran moderasi kapabilitas sumber daya manusia (SDM), serta mengembangkan model konseptual integrasi TI-SPM untuk meningkatkan efisiensi operasional secara berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods dengan sequential explanatory design. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dari 196 manajer dan eksekutif perusahaan manufaktur dan jasa yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Analisis data kuantitatif menggunakan Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4.0, sedangkan data kualitatif dari 20 informan kunci dianalisis menggunakan thematic analysis berbantuan NVivo 14. Hasil penelitian membuktikan bahwa integrasi TI berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas SPM (β = 0,512; p < 0,001) dan efisiensi operasional (total effect β = 0,488). Kapabilitas SDM terbukti memoderasi hubungan tersebut secara signifikan. Sektor manufaktur menunjukkan peningkatan efisiensi tertinggi sebesar 37,4%. Penelitian ini menghasilkan model IMSOE (IT-MCS Integration Model for Sustainable Operational Efficiency) sebagai kontribusi teoritis dan praktis bagi organisasi di Indonesia.
Adaptasi Sistem Pengendalian Manajemen Pada UMKM Dalam Menghadapi Ketidakpastian Lingkungan Bisnis Wahyu Eko Saputro; Aceng Abdul Hamid
Co-Value Jurnal Ekonomi Koperasi dan kewirausahaan Vol. 16 No. 12 (2026): Co-Value: Jurnal Ekonomi, Koperasi & Kewirausahaan
Publisher : Program Studi Manajemen Institut Manajemen Koperasi Indonesia Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/dyhxkg95

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peran strategis dalam perekonomian Indonesia dengan kontribusi 60,5% terhadap PDB dan menyerap 97% tenaga kerja nasional. Namun, tingginya ketidakpastian lingkungan bisnis akibat dinamika pasar, perubahan regulasi, dan disrupsi teknologi menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan UMKM yang umumnya belum memiliki SPM yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketidakpastian lingkungan bisnis terhadap adaptasi SPM pada UMKM, mengidentifikasi peran mediasi adaptasi SPM terhadap kinerja UMKM, serta mengembangkan model adaptasi SPM yang sesuai dengan karakteristik UMKM Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis survei. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dari 215 pemilik dan manajer UMKM di Jawa, Sumatera, dan Bali yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM. Analisis data menggunakan PLS-SEM dengan SmartPLS 4.0. Ketidakpastian lingkungan bisnis berpengaruh positif dan signifikan terhadap adaptasi SPM (β = 0,487; p < 0,001). Adaptasi SPM terbukti memediasi hubungan antara ketidakpastian lingkungan dan kinerja UMKM (β mediasi = 0,254; p < 0,001). Penelitian ini menghasilkan model ASPE (Adaptive MCS for SME Performance Enhancement) sebagai kerangka praktis bagi pengembangan SPM pada UMKM Indonesia.
Transformasi Digital Dan Sistem Pengendalian Manajemen Sebagai Pendorong Kinerja Organisasi: Sebuah Systematic Literature Review Sangga Adi Y; Aceng Abdul Hamid
Indonesian Journal of Economics Management and Accounting Vol. 3 No. 7 (2026): IJEMA - Juli 2026
Publisher : PT. INOVASI TEKNOLOGI KOMPUTER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi digital telah mengubah cara organisasi mengelola proses bisnis, mengambil keputusan, dan meningkatkan kinerja sehingga menuntut Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) yang lebih adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan penelitian mengenai SPM pada era transformasi digital, mengidentifikasi pengaruh transformasi digital terhadap efektivitas SPM, serta menjelaskan kontribusinya terhadap peningkatan kinerja organisasi. Metode penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2019-2025 dan diperoleh dari beberapa basis data ilmiah. Artikel diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk mengidentifikasi perkembangan penelitian serta hubungan antara Sistem Pengendalian Manajemen, transformasi digital, dan kinerja organisasi. Transformasi digital menggeser peran Sistem Pengendalian Manajemen (SPM) menjadi instrumen strategis berbasis data yang mendukung pengambilan keputusan, koordinasi, dan evaluasi kinerja. Implementasi SPM yang efektif meningkatkan inovasi, kapabilitas organisasi, dan kinerja, dengan keberhasilan dipengaruhi oleh kesiapan organisasi, kompetensi sumber daya manusia, dukungan manajemen puncak, serta pengelolaan perubahan. Penelitian ini menyajikan sintesis hubungan SPM, transformasi digital, dan kinerja organisasi sebagai dasar pengembangan SPM yang adaptif.
Transformasi Sistem Pengendalian Manajemen di Era Digital: Kajian Kepustakaan mengenai Digitalisasi, Sistem Pengendalian Manajemen, dan Kinerja Organisasi Riska Rahayu; Aceng Abdul Hamid
Jurnal Ekonomi, Teknologi dan Bisnis Vol. 5 No. 6 (2026): Jurnal Ekonomi, Teknologi dan Bisnis
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/3nhcjs13

Abstract

Digital transformation has fundamentally reshaped the way organizations design and operate their Management Control Systems (MCS), yet most prior studies still examine the strategic, behavioral, and digital dimensions of MCS separately, leaving their conceptual interrelation insufficiently mapped. This article aims to map the development of MCS concepts from a classical toward a digital perspective, to analyze the interrelation among the strategic, behavioral, and digital dimensions of contemporary MCS, and to formulate a theoretical proposition regarding the relationship between MCS digitalization and improved organizational performance. This study employs a qualitative approach through library research, with data collected via documentation techniques from relevant journal articles, books, and official institutional reports, and analyzed using content analysis and thematic analysis techniques through data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that MCS has transformed across four main dimensions (tasks, instruments, organization, and behavior) that can be synthesized into three broader dimensions—strategic control, behavioral control, and digital control—which are interrelated and mutually reinforcing. MCS digitalization is found to be positively associated with improved organizational performance across financial, operational, managerial, and accountability dimensions, although this relationship is contingent and strongly influenced by human resource readiness, technological infrastructure, digital leadership, and organizational culture. This study contributes an integrative three-dimensional framework of digital MCS that may serve as a conceptual foundation for further empirical research as well as for management control practice in the digital era.
Kolaborasi Artificial Intelligence-Manusia dalam Human Resource Management (HRM): Tinjauan Literatur Sistematis tentang Peluang, Risiko, dan Agenda Masa Depan untuk Perusahaan Indonesia Yandri Naldi; Aceng Abdul Hamid
Journal of Comprehensive Science Vol. 5 No. 7 (2026): Journal of Comprehensive Science
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jcs.v5i7.4272

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah mengubah paradigma Manajemen Sumber Daya Manusia (Human Resource Management/HRM) dari pendekatan administratif menuju pengambilan keputusan berbasis data dan kolaborasi antara manusia dengan sistem cerdas. Meskipun implementasi AI menawarkan peningkatan efisiensi dalam proses rekrutmen, seleksi, manajemen kinerja, pembelajaran, serta perencanaan tenaga kerja, berbagai tantangan seperti bias algoritma, privasi data, transparansi, akuntabilitas, dan penerimaan karyawan masih menjadi perhatian utama. Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah mengenai peluang, risiko, serta arah penelitian masa depan terkait kolaborasi AI-manusia dalam HRM dengan memberikan implikasi khusus bagi perusahaan di Indonesia. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Artikel diperoleh dari basis data Scopus, Web of Science, ScienceDirect, Emerald Insight, SpringerLink, dan Google Scholar dengan rentang publikasi tahun 2018–2026. Proses seleksi dilakukan melalui tahap identifikasi, penyaringan, penilaian kelayakan, dan inklusi sesuai pedoman PRISMA. Studi yang memenuhi kriteria kemudian dianalisis menggunakan pendekatan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa AI mampu meningkatkan efisiensi operasional HRM, kualitas pengambilan keputusan, personalisasi pengembangan karyawan, serta efektivitas talent management. Namun demikian, implementasi AI juga menghadirkan risiko berupa diskriminasi algoritmik, rendahnya transparansi keputusan, ancaman terhadap privasi data, perubahan kompetensi SDM, serta persoalan tata kelola organisasi. Temuan penelitian menegaskan bahwa keberhasilan implementasi AI dalam HRM tidak bergantung pada teknologi semata, tetapi pada kemampuan organisasi membangun kolaborasi yang seimbang antara kecerdasan manusia dan kecerdasan buatan melalui pendekatan Human-Centered AI. Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual dan agenda penelitian masa depan yang relevan bagi transformasi HRM di perusahaan Indonesia menuju era Industry 5.0.
Menjembatani Kesenjangan Adopsi dan Dampak Kecerdasan Buatan dalam Transformasi Digital Manajemen Perusahaan di Indonesia melalui Kapabilitas Absorptif dan Kepemimpinan Digital Willi Pratama; Aceng Abdul Hamid
Action Research Literate Vol. 10 No. 7 (2026): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v10i7.3124

Abstract

Transformasi digital menjadi imperatif strategis bagi perusahaan modern, dengan kecerdasan buatan (AI) sebagai katalis utama perubahan. Namun, keberhasilan adopsi AI tidak semata ditentukan oleh ketersediaan teknologi, melainkan oleh kesiapan organisasional, kapabilitas absorptif, dan kualitas kepemimpinan digital, terutama dalam konteks perusahaan di negara berkembang seperti Indonesia.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh adopsi AI terhadap keberhasilan transformasi digital perusahaan di Indonesia, serta menguji peran mediasi kapabilitas absorptif dan kepemimpinan digital dalam hubungan tersebut.  Metode: Penelitian menggunakan desain mixed methods sequential explanatory dengan 330 manajer tingkat menengah hingga senior dari lima kota besar Indonesia sebagai responden. Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner 28 item berskala Likert 5 poin dan dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan SmartPLS 4.0, dilengkapi komponen kualitatif untuk memperdalam temuan.  Hasil: Seluruh konstruk memenuhi validitas konvergen dengan nilai AVE di atas 0,50 dan reliabilitas komposit yang memadai. Pengujian hipotesis mengonfirmasi bahwa adopsi AI berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan transformasi digital, dengan kapabilitas absorptif dan kepemimpinan digital terbukti berperan sebagai mediator yang krusial.  Kesimpulan: Keberhasilan transformasi digital tidak cukup ditopang oleh adopsi teknologi AI semata, melainkan memerlukan sinergi antara kapabilitas organisasional dan kepemimpinan digital yang efektif. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi pemimpin perusahaan dalam merancang strategi transformasi digital yang holistik dan berkelanjutan.