Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peran strategis dalam perekonomian Indonesia dengan kontribusi 60,5% terhadap PDB dan menyerap 97% tenaga kerja nasional. Namun, tingginya ketidakpastian lingkungan bisnis akibat dinamika pasar, perubahan regulasi, dan disrupsi teknologi menjadi ancaman nyata bagi kelangsungan UMKM yang umumnya belum memiliki SPM yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ketidakpastian lingkungan bisnis terhadap adaptasi SPM pada UMKM, mengidentifikasi peran mediasi adaptasi SPM terhadap kinerja UMKM, serta mengembangkan model adaptasi SPM yang sesuai dengan karakteristik UMKM Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis survei. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner dari 215 pemilik dan manajer UMKM di Jawa, Sumatera, dan Bali yang terdaftar di Dinas Koperasi dan UKM. Analisis data menggunakan PLS-SEM dengan SmartPLS 4.0. Ketidakpastian lingkungan bisnis berpengaruh positif dan signifikan terhadap adaptasi SPM (β = 0,487; p < 0,001). Adaptasi SPM terbukti memediasi hubungan antara ketidakpastian lingkungan dan kinerja UMKM (β mediasi = 0,254; p < 0,001). Penelitian ini menghasilkan model ASPE (Adaptive MCS for SME Performance Enhancement) sebagai kerangka praktis bagi pengembangan SPM pada UMKM Indonesia.
Copyrights © 2026