Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena perilaku ketidakdisiplinan belajar peserta didik kelas XII SMAN 1 Luhak Nan Duo yang ditunjukkan melalui berbagai indikator, seperti mengobrol dan tertidur saat pembelajaran, keterlambatan hadir ke sekolah, penggunaan handphone di kelas, tidak mengumpulkan tugas tepat waktu, serta perilaku bolos. Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran kedisiplinan belajar peserta didik serta menghasilkan rancangan model layanan bimbingan kelompok dengan metode problem solving yang valid untuk meningkatkan kedisiplinan belajar. Penelitian menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan populasi sebanyak 35 peserta didik dan sampel 12 peserta didik yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa angket kedisiplinan belajar, sementara analisis data dilakukan menggunakan teknik persentase untuk memperoleh gambaran tingkat kedisiplinan belajar serta analisis deduktif dalam proses pengembangan model layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedisiplinan belajar peserta didik berada pada kategori tinggi. Selain itu, rancangan model layanan bimbingan kelompok dengan metode problem solving yang dikembangkan telah melalui tahap validasi oleh pakar teoritis dan dinyatakan layak digunakan. Model ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi guru bimbingan dan konseling dalam membantu peserta didik meningkatkan kedisiplinan belajar melalui penguatan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan reflektif.
Copyrights © 2026