Usaha Mikro, Kecil, dan menengah memegang peranan strategis dalam penggerak ekonomi daerah serta penciptaan lapangan kerja. Identitas visual menjadi instrumen krusial dalam memperkuat posisi pasar, terutama melalui media promosi eksternal seperti spanduk, banner, serta logo usaha. Fenomena di tingkat akar rumput menunjukkan bahwa banyak pelaku usaha masih memanfaatkan materi promosi yang mengabaikan kesesuaian kaidah kebahasaan Indonesia. Ketidakpatuhan terhadap norma linguistik dan prinsip tipografi berdampak pada penurunan kredibilitas merek, hambatan penyampaian pesan, serta fragmentasi identitas visual di ruang publik. Pengabdian ini difokuskan pada program pendampingan komprehensif bagi pelaku UMKM di wilayah Jl. Telaga Dewa 4, RT 50, RW 04. Inisiatif tersebut menargetkan penyusunan spanduk, banner, dan logo usaha yang selaras dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia serta standar desain komunikasi visual. Tujuan utama mencakup peningkatan literasi kebahasaan, penguatan kapasitas teknis peserta, serta penyediaan output branding yang siap digunakan secara operasional. Pendekatan yang diterapkan mengadopsi model community-based participatory research dengan tahapan terstruktur.
Copyrights © 2026