Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Komunikasi Tokoh Adat Dalam Mempertahankan Tradisi Syarafal Anam Di Desa Pagar Besi Kecamatan Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah Nurlela, Deca; Mulyadi, Mus; Angra, Novita
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i3.559

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Strategi komunikasi tokoh adat dalam mempertahankan Tradisi Syarafal Anam di desa Pagar Besi Kecamatan Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah dan untuk mengetahui Hambatan yang dihadapi tokoh adat dalam mempertahankan Tradisi Syarafal Anam. Lalu untuk mengetahui solusi dari hambatan yang dihadapi tokoh adat dalam mempertahankan Tradisi Syarafal Anam. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) yaitu suatu penyelidikan yang dilakukan dalam kehidupan atau objek yang sebenarnya. Dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis Miles dan Huberman yaitu terdiri dari reduksi data, penyajian data, mengambil kesimpulan lalu diverifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang pertama, Strategi komunikasi tokoh adat dalam mempertahankan tradisi Syarafal Anam di Desa Pagar Besi Kecamatan Merigi Sakti Kabupaten Bengkulu Tengah dalam hal ini strategi komunikasi yang digunakan tokoh adat dalam mempertahankan tradisi Syarafal Anam mencerminkan pendekatan yang informatif, persuasif, edukatif, dan sistematis. Selanjutnya hambatan yang dihadapi tokoh adat dalam mempertahankan tradisi syarafal anam adalah minimnya minat dari generasi muda, pengaruh budaya luar, serta kurangnya pemanfaatan media modern dalam menyosialisasikan kegiatan tradisi. Anak muda cenderung melihat Syarafal Anam sesuatu yang monoton dan hanya identik dengan generasi tua. Kurangnya media kreatif dan komunikasi visual juga menjadi penyebab tradisi ini tidak begitu menarik di mata generasi muda. Solusi dari hambatan yang dihadapi tokoh adat dalam mempertahankan tradisi Syarafal Anam yaitu dengan melibatkan generasi muda dalam kegiatan tradisional membuat suatu Tim atau kelompok anak muda, menyediakan fasilitas dan dana peningkatan peran pemerintah dan lembaga Keagamaan.
Pendampingan UMKM Masyarakat dengan Program Pembuatan Spanduk/Banner yang Sesuai dengan Kaidah Bahasa Indonesia di Lingkungan Jl. Telaga Dewa 4 RT 50/RW 04 Kota Bengkulu Angra, Novita; Thoriq, Muhammad; Nofiani, Meta; Anggraini, Monica Rizki; Salsabila, Nabila Ayu; Kamilah , Nasywa Yusiana
HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary Vol. 4 No. 3 (2026): HORIZON: Indonesian Journal of Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/hijm.v4i3.6326

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan menengah memegang peranan strategis dalam penggerak ekonomi daerah serta penciptaan lapangan kerja. Identitas visual menjadi instrumen krusial dalam memperkuat posisi pasar, terutama melalui media promosi eksternal seperti spanduk, banner, serta logo usaha. Fenomena di tingkat akar rumput menunjukkan bahwa banyak pelaku usaha masih memanfaatkan materi promosi yang mengabaikan kesesuaian kaidah kebahasaan Indonesia. Ketidakpatuhan terhadap norma linguistik dan prinsip tipografi berdampak pada penurunan kredibilitas merek, hambatan penyampaian pesan, serta fragmentasi identitas visual di ruang publik. Pengabdian ini difokuskan pada program pendampingan komprehensif bagi pelaku UMKM di wilayah Jl. Telaga Dewa 4, RT 50, RW 04. Inisiatif tersebut menargetkan penyusunan spanduk, banner, dan logo usaha yang selaras dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia serta standar desain komunikasi visual. Tujuan utama mencakup peningkatan literasi kebahasaan, penguatan kapasitas teknis peserta, serta penyediaan output branding yang siap digunakan secara operasional. Pendekatan yang diterapkan mengadopsi model community-based participatory research dengan tahapan terstruktur.