Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik Maligay dalam tradisi Iraw Tengkayu masyarakat Tidung di Kalimantan Utara. Tradisi Iraw Tengkayu merupakan upacara adat yang dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut serta permohonan keselamatan. Maligay menjadi unsur utama dalam prosesi ritual karena berfungsi sebagai tempat sesaji dan simbol hubungan manusia dengan Tuhan, leluhur, serta alam semesta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi budaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh adat serta masyarakat Tidung. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur Maligay, seperti tiga tingkatan bangunan, warna kain, jumlah tiang, dan sesaji, mengandung makna spiritual, sosial, dan kosmologis yang mencerminkan pandangan hidup masyarakat Tidung. Penelitian ini penting sebagai upaya pelestarian budaya lokal dan penguatan identitas budaya masyarakat Tidung di tengah arus modernisasi.
Copyrights © 2026