Pendidikan seni formal berorientasi pada penguasaan keterampilan dan pencapaian akademik, sehingga belum sepenuhnya mampu menjadi ruang pembentukan identitas dan kesadaran budaya peserta didik. Sanggar seni hadir sebagai ruang alternatif pendidikan yang memungkinkan terjadinya pewarisan nilai budaya secara kontekstual dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji mekanisme pembelajaran berbasis budaya serta menganalisis proses pembentukan martabat budaya di Sanggar Tari Al-Manar Kota Medan. Penelitian ini menggunakan pndekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pembelajaran berbasis budaya di Sanggar Tari Al-Manar berlangsung melalui tiga tahapan utama, yaitu keterlibatan langsung dalam praktik tari, pemaknaan simbolik terhadap nilai budaya, dan internalisasi melalui pengalaman estetis dan interaksi sosial. Proses ini berkontribusi pada pembentukan martabat budaya yang ditandai dengan tumbuhnya kesadaran budaya, rasa memiliki, kepercayaan diri, dan kebanggaan terhadap budaya lokal. Temuan penelitian menegaskan bahwa Sanggar Tari Al-Manar tidak hanya berfungsi sebagai ruang pelatihan seni, tetapi juga sebagai ruang alternatif pendidikan budaya yang efektif dalam membangun identitas budaya generasi muda di tengah arus globalisasi
Copyrights © 2026